Buku
merupakan gudang ilmu dan tentu saja semua orang tahu pepatah tersebut. Tetapi
mayoritas manusia kurang sadar akan pentingnya membaca buku. Di era modern
seperti ini, masyarakat cenderung lebih apatis terhadap segala hal sebagai
contoh membaca buku. Membaca buku merupakan kunci utama dalam hal transfer ilmu
pengetahuan serta informasi.
Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa juga ikut terjerumus
didalamnya. Pada zaman sekarang, orangtua lebih senang memberikan anaknya
sebuah gadget ketimbang buku-buku bacaan yang lebih bermanfaat untuk anak
mereka. Anak-anakpun seakan terlena dengan kecanggihan yang ada didalamnya
sehingga menumbuhkan sikap malas serta ketergantungan dengan teknologi
tersebut.
Di Indonesia, masyarakat pembacanya menempati angka terendah
dibandingkan dengan negara lain. Minimnya masyarakat pembaca atau yang gemar
membaca menimbulkan rakyat Indonesia kurang tahu lebih luas mengenai
perkembangan zaman, informasi penting serta wawasan-wawasan lain yang dapat
menimbulkan angka kebodohan semakin meningkat.
Karakteristik seseorang dapat dilihat melalui cara berfikirnya. Pola
pikir seseorang pun dilihat dari cara ia berbicara serta jenis buku yang ia
baca sangat mempengaruhi hal tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus
dapat membangkitkan semangat gemar membaca. Ini dapat dimulai dengan membaca
hal-hal kecil seperti membaca majalah, koran, dan lain-lain. Lalu dapat
ditingkatkan lagi dengan membaca novel atau buku-buku bacaan berat.
Pengalaman pertama merupakan hal yang paling mengesankan serta sulit
untuk dilupakan. Kita selalu berharap bahwa kejadian seperti itu akan terulang
kembali ataupun kita dapat merasakan kembali pengalaman tersebut. Kadang kita
berharap bahwa kita belum pernah membaca buku tersebut, sehingga kita dapat
merasakan lagi perasaan saat membaca buku tersebut.
Pengalaman pertamaku dalam membaca adalah membaca buku “Menguak Cara Belajar Orang Yahudi”. Yahudi
pun menjadi viral terutama berkaitan dengan unsur agama, peperangan, pertikaian
dan lain-lain. Bangsa Yahudi juga terkenal dengan tragedi pembunuhan massal
yang menelan ratusan juta jiwa oleh Adolf Hitler.
Kasus yang serupa juga menimbulkan tanda tanya bahwa Hitler sangat
membenci orang Yahudi karena mereka terlahir dengan otak yang cerdas (IQ
tinggi) dan banyak menjadi seorang ilmuwan. Adolf Hitler merasa bahwa orang
Yahudi merupakan ancaman terbesar bagi karier politik dan jabatannya.
Setiap persoalan dan polemik yang terjadi selalu mempunyai dua sisi
yaitu sisi positif dan negatif. Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan tindakan
yang dilakukan Hitler saat itu. Hitler hanya melihat dari sudut pandangnya terhadap
orang Yahudi.
Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina pun menjadi bukti
nyata. Hal ini dapat membuktikan tindakan yang Hitler lakukan merupakan
tindakan yang benar. Bangsa Yahudi seakan berada pada posisi tertinggi yang
dapat menguasai dunia karena kehebatan mereka.
Selain ada sisi negatif, tentunya sisi positif pun juga ada sehingga
kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. Contohnya kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi pada kaum tersebut yang tidak diragukan lagi.
Golongan orang Yahudi menghasilkan
penemuan luar biasa dalam bidang teknologi, kedokteran, politik, ekonomi, sosial,
serta bidang keilmuan lainnya. Hal ini merupakan fakta yang sudah ada dan
diakui oleh dunia.
Salah satu contoh seperti Albert
Einstein, Ia adalah seorang tokoh fisika dunia dan ia merupakan orang Yahudi. Saking
cerdasnya orang Yahudi, sejak tahun 1901 hingga sekarang, 102 dari 270 peraih
penghargaan Nobel Perdamaian adalah orang Yahudi.
Keberhasilan dan kesuksesan yang
mereka raih tidak didapatkan secara instant melainkan melalui tahap-tahap
panjang serta aturan-aturan ketat yang diterapkan. Tentu saja ini bukan
semata-mata karena dengan takdir yang diberikan Tuhan saja, dan pastinya ada rahasia-rahasia
yang tidak diketahui banyak orang.
Secara garis besar, Buku ini tidak
menggiring pembaca untuk mengikuti ideologi, kepercayaan ataupun agama yang
mereka anut melainkan memberi pemaparan secara terperinci mengenai tips-tips
yang mereka terapkan dalam konteks membangun kecerdasan otak secara alamiah serta
melahirkan generasi penerus bangsa yang lebih berguna dan bermanfaat untuk masa
depan. Berikut ini merupakan rahasia yang digunakkan bangsa yahudi antara lain:
.
1. Rahasia Pembinaan Otak dari Kandungan
Terlebih dahulu kita harus
menanamkan mainstream kita bahwa
kecerdasan yahudi bukan semata-mata hanya takdir, akan tetapi melalui proses
alamiah. Lantas apa yang mereka lakukan sejak dalam kandungan, yaitu :
a. Mendengarkan
dan bermain musik yang berirama syahdu seperti mozart, menyegarkan pikiran, dan
menambah psikologis, sehingga mampu merangsang kecerdasan otak bayi. Musik ini
dapat mengatur cepat lambatnya denyut jantung janin dan bayi, bahkan penambah
berat badan bayi.
b. Mengerjakan
soal matematika, karena pada hakikatnya mereka sedang melatih otak anak agar
tumbuh jenius, cerdas, dan memiliki kecekatan berpikir yang cemerlang.
c. pola makanan yang teratur. Wanita Yahudi saat hamil hanya
mengkonsumsi yaitu kacang badam, kurma, susu, roti, ikan, daging, dan konsumsi
pil minyak ikan dan buah-buahan. Buah-buahan mereka makan sebelum makan makanan
pokok..
d. Menjauhi
asap rokok. Orang Yahudi hanya terdapat 5 % yang perokok. Jika seorang istri
telah hamil, maka sang suami akan berhenti total secara perlahan dari merokok.
2. Rahasia Tempat dan Waktu Belajar yang
Efektif
Tempat
belajar yang efektif yaitu yang yang menyenangkan dan menyegarkan otak.
Dikatakan dalam kitab suci Tauratnya “Seorang
manusia tidak bisa belajar di sebuah tempat yang tidak diinginkan hatinya”.
a. Dekat Air
b. Tidak di
Perpustakaan, karena mereka menganggap perpustakaan bukan tempat yang
representative untuk belajar, karena banyak kerumunan. Mereka menjadikan
perpustakaan hanya sebagai pencarian literature keilmuan.
c. Tidak dengan
bantuan elektronik
Bagi mereka justru ada nilai
eksotisme jika belajar dengan kertas tulisan di dalam buku.
d. Belajar di
Waktu Pagi
Dilihat dari tujuan dan proses,
orang Yahudi memiliki tiga konsep belajar, yaitu :
- Belajar
sebagai hiburan tanpa memeras otak terlalu keras dan tanpa menggunakan
konsentrasi pikiran yang tinggi
- Mencari ilmu pengetahuan dan memahami
kandungannya
- Belajar
kritis dan menggunakan telaah dengan pertanyaan-pertanyaan
3.
Rahasia
Hidup Serba Terampil
Di manapun mereka tinggal, sesulit apapun hidup mereka, mereka pasti mampu
mengatasi semuanya. Dalam kamus kehidupan Yahudi, di mana ada kesulitan, di
sana pasti ada solusi. Pada abad ke-19 mereka mulai menginjakkan kaki ke
Amerika, mereka berjualan ikan bermodalkan kepercayaan diri, terampil, serta
kecerdasan otak yang cemerlang, penghasilan mereka mencapai penghasilan yang
cukup besar untuk ukuran saat itu.
a. Ciri
Spekulasi Orang Yahudi
Keterampilan
mereka dalam spekulasi yaitu tampak kejeliannya dalam membaca peluang untuk
mendatangkan keuntungan materi yang mungkin tidak pernah dipikirkan orang lain
sebelumnya.
b. Kemampuan Orang Yahudi dalam
Beradaptasi
Orang Yahudi berani beradaptasi
dengan berindustrialisasi, yaitu berusaha dan bekerja keras mencoba
peruntungan. Bagi mereka, ketidakmampuan beradaptasi dengan perkembangan
industrialisasi hanya akan membuat mereka termarjinalkan dari aspek ekonomi.
Berdasarkan rahasia-rahasia tersebut, Manfaat yang dapat
diperoleh secara langsung melalui buku tersebut ialah kita dapat
mempraktekannya agar kelak generasi penerus bangsa memiliki tingkat kecerdasan
seperti orang yahudi. Rahasia dalam buku tersebut pun sangat mudah
mempraktekannya. Kita hanya perlu cara melatih kebiasaan menerapkan hal
tersebut sehingga kita menjadikan hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa
dilakukan. Gemar membaca juga merupakan suatu kunci menuju
kesuksesan sehingga siapapun harus menerapkan sadar pentingnya membaca bukan
untuk orang lain tapi untuk diri sendiri. Jangan membodohkan diri sendiri
dengan bersikap apatis serta acuh tak acuh terhadap apapun yang dinilai
penting.
Daftar
Pustaka
Noor,
Redyanto. 2005. Pengantar Pengkajian
Sastra. Semarang : Fasindo
Waid,
Abdul. 2011. Menguak Cara Belajar Orang
Yahudi. Jakarta: Diva
